Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2011

Mohon Maaf Lahir Batin


Ketika ramadhan Akan Melepas

Tiada dzikir yang lebih pantas

Selain takbir bagi pemilik ‘Arsy.

Ketika takbir telah bergema

Tiada yang lebih bermakna

Selain pintu maaf yang dibuka.

Andai jemari tak sempat berjabat.

Jika raga tak sempat bersua.

Bila Ada kata membekas luka.

Semoga pintu maaf masih terbuka.

Dengan tangkupan sepuluh jemari

Kumohon maaf setulus hati

SELAMAT HARI IDUL FITRI 1432H

MINAL AIDIN WALFAIZIN

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

BY YANG PENTING SHARE SEKELUARGA

Jumat, 19 Agustus 2011

Yang Terlupakan

Nuzulul quran terlupakankah?

karya :randy oktaran(yang penting share)

Ingatkah kita dengan Kitab suci kita?
ngatkah kita Dengan Firman Nya?

Yang diturunkan berpuluh tahun lamanya

yang diturunkan dengan perjuangan Rasulnya

menghadapi kejamnya bangsa Jahiliyah

kafirnya Mereka pada masanya

untuk menyelamatkan Alam semesta Ini

alquran

Ingatkah kita kapan terakhir kali

membacanya?........

memahaminya?.......

Menjalankan nya?.....

atau sekedar membukanya?

Adakah waktu mu untuk sekedar mendengarnya?

KENAPA TIDAK?

membaca komik tiap hari pun kita bisa

membaca koran tiap pagi pun kita suka

tapi membaca firman tuhan saja kita enggan

kiamat

Ingatkah kita satu tanda kiamat akan tiba

Saat firman Tuhan dilupakan

Saat Alquran hanya jadi pajangan

saat tak ada lagi terdengar alunan al-quran

Nauzubillah minzalik

semoga kita Tidak termasuk Golongan yang melupakan

Aminn.....


Kamis, 28 Juli 2011

Yang Penting Share:Sajak ramadhan

award ramadhan

Ramadhan Lagi Dan Lagi

Karya :randy Oktaran

(admin yang Penting Share)

Alhamdulilah

Waktu itu datang lagi

saat Usia bertambah lagi

engkau masih memberi

waktu yang datang cuma sekali

Waktu Untuk Mensucikan Diri

Marhaban Ya ramadhan


Selamat Datang wahai Ramadhan

Bulan Penuh dengan Kenikmatan

juga Penuh dengan Cobaan

Manusia harus mengekang nafsu syetan

Bukan hanya Tidak makan

Tapi juga berbuat Kebaikan

Untuk memperoleh Kefitrahan

Mampukah kita melewati Ujian?

yang mungkin cuma satu bulan ?

Saatnya Mengontrol pandangan

Introspeksi kepribadian

Saling Bermaafan

Banyak Membaca Firman Tuhan

Bekal masa depan yang akan datang

Marhaban Ya ramadhan


Dan saat ramadhan Pergi

Kehidupan duniawi seperti kembali

Kemungkaran terjadi lagi

Syetan -syetan itu tertawa lagi

Apakah Ramadhan ini tak cukup bagi kita?

Untuk introspeksi siapa kita

dan saat itu kita cuma bergumam

Semoga kita masih diberi kesempatan

bertemu dengan Ramadhan tahun depan


Hello sharelikers Itu tadi sepenggal Puisi dari yang Penting Share Untuk semua Sharelikers dimanapun sobat Berada ,Minal Aidin walfaizin,Mohon maaf bila selama Ini banyak salah kata,tulisan yang tidak baik atau menyinggung sahabat,semoga Sahabat memaafkan saya yang Khilaf Ini.Dan saya telah lebih dulu memaafkan sahabat

Buat sobat yang berkenan silahkan mengambil award silaturahim dari Sahabat Horier diatas serta disponsori OlehTop 1 Oli sintetik Mobil-Motor indonesia juga,Minal Aidin walfaizin,Yang penting share dan segenap keluarga mengucapkan mohon maaf lahir batin.

Minggu, 24 Juli 2011

Andai Ku seorang Blogger

blog yang penting share

Bila Aku seorang Blogger

Kan kutulis apa yang bisa kutulis

Kan kusampaikan apa yang kupikirkan

kan kuketik walau jemariku agak sakit

kan kurenungi apa yang terjadi

kan kulupakan sejanak yang ada dibumi

menjelajahi Dunia maya ini

Sabtu, 21 Mei 2011

Ratapan Dibalik Sangkar


RATAPAN DI BALIK SANGKAR
Karya : Randy Oktari (Admin Yps)


Pagi itu Di Belantara yang Hijau
Di bawah naungan Hijaunya Pepohonan
Di bawah cerahnya sang Mentari
Aku merangkak Keluar
dari cangkang yang selama ini melindungi ku
dengan Keadaan yang masih lemah
Aku coba menggapai-gapai,mencoba untuk berdiri
Menegakkan kepalaku,Melihat sekelilingku 
Lalu akupun untuk pertama kalinya melihat
sesosok yang mirip denganku,banyak sekali 
mereka juga berusaha merangkak keluar
dari cangkang yang sama denganku
Disaat kelahiranku
Belum sempat Melihat Orang tuaku
Sesosok mendesis
Suaranya menakutkan
Seperti mahluk yang sedang kelaparan
matanya Merah,Kulitnya bersisik
badannya melingkar di sepotong dahan
desisannya seolah mengatakan 
sambutan yang mengerikan
Bersiap Menerkam kami

........

Dia mulai menerkam,
Aku tak sanggup melihatnya,
kupicingkan mata ini
kurenungi hidup yang bakal berakhir dalam hitungan menit
Tetapi 
Dorrrrrrrrrrrrrr
Suara yang memekakkan Telinga Itu begitu Keras 
Perlahan kubuka mataku
Kulihat dihadapanku
mahluk Buas itu mati menggelepar
di kepalanya mengucur deras Warna merah darah
ditambah dengan sekepul asap 
huffthh Selamat pikirku

.............

Sesaat kemudian kulihat teman-temanku 
tidak sempat menyelamatkan diri
mereka semua Hilang
Mungkin sudah ada diperut sang hewan buas
sesaat kemudian kurasakan badanku melayang
Apakah aku terbang kesurga juga?
Tidak,rupanya belum
Sesosok mahluk besar,bertopi coklat,
dengan sebuah mesin pembunuh yangmenakutkan dipunggungnya
Mengangkatku,memasukkan ku kedalam sebuah tempat yang amat sempit
Tempat yang amat gelap,tiada cahaya
sejenak aku mendengar pembicaraan mereka
aku memamg tidak mengerti apa yang mereka bahasa mereka
Tetapi itulah yang menjadi awal kesengsaraanku
.....
Waktu berlalu,akupun beranjak dewasa
Suaraku pun semakin merdu
Dari balik sangkar kayu
yang berukir dan beratap bambu
aku bernyanyi tentang semua hari yang kulalui
Semua hidupku yang sangat berkecukupan ini
Tidak lah Membuatku bahagia
mungkin segala kebutuhanku terpenuhi
makanan dan minuman tersedia
setiap saat
Penjara mewah inipun tak luput dari perhatian mereka
selalu dirawat bersih,agar aku tidak sakit
Mereka menyangkaku bahagia
Tapi tidak

....

Ada satu yang kurang dari semua ini
Yaitu Kebebasan
Aku iri dengan mereka yang terbang bebas
yang bercengkarama dengan sesama diatas Atap
sesekali mereka terbang merendah dan bercerita 
tentang dunia luar yang sungguh indah kepadaku
bercerita tentang matahari dan Awan biru
Bercerita tentang Hidup bebas dan menikmati alam
Aku iri dengan mereka
seolah mereka menceritakan itu untuk membuatku tambah Iri
Aku sadar Penjara ini membunuhku
Akhirnya kuputuskan
aku akan kabur dari sini
dari segala kemewahan ini
demi meraih kebebasanku
Aku ingin terbang bebas

...........

Saat itupun tiba
celah yang sudah lama kurencanakan
Jantungku berdegup kencang
Sesosok tangan besar itu masuk melewati pintu penjara yang kecil
Membawa beberapa bongkah jagung kesukaanku
saat itulah aku memberanikan diri
Meskipun aku sedikit gugup
Ku patuk tangan yang sudah berjasa merawatku itu
dengan segala kekuatanku
dia menggelepar,kudengar nyaring suara rintihan sakit
saat itu penjara ku terguncang,jatuh ke bumi
brakkk,suara kayu jeruji penjara mewah itu pecah
Membuat celah untuk kabur
aku pun berusaha terbang
Aku tahu aku bisa
Aku sudah berusaha
kulihat dari kejauhan aku sudah berada diatas awan
jauh dibawah sana kulihat samar-samar Penjara ku 
yang kutinggalkan 
selamat tinggal penjara,hari ini aku bebas
Tapi
drapppppppppp
sepasang cakar besar mencengkram ku
Matanya sangat tajam 
paruhnya sangat runcing
Aku terkejut,panik
Ohhh,apa yang akan terjadi?
Aku tidak bisa lagi memikirkannya lagi
Kebebasan sesaatku lenyap begitu saja
bersamaan dengan bunyi suara tubuhku yang dilahap 
Oleh Mahluk buas itu
................


Demikianlah puisi Yang penting share kali ini.Silahkan sobat berkomentar,Mungkin sobat punya pemikiran tentang makna dari puisi diatas.Silahkan dikomentari.Dan Ingat jangan dicopy-paste puisi diatas.Puisi diatas Orisinil karangan saya.Bila sobat mau share Puisi diatas ,silahkan tapi jangan mengubah nama pengarangnya.Hargai Karya sastra.Nikmati keindahan bahasanya,Pahami maknanya,begitulah kiranya mengapresiasi suatu Puisi.Semoga Puisi diatas memberikan suatu inspirasi bagi sahabat sekalian

Kamis, 21 April 2011

Sebuah Puisi Di Hari Kartini

kartini
Assalamualaikum Sharelikers,Apa kabar hari ini?Oh ya tahu gak,hari ini tanggal 21 april adalah hari Kartini loh,pasti semua udah tahu,apa ada yang lupa?waduh gawat nih,masa pejuang Emansipasi Wanita terlupakan.By the way kira-kira kapan ya ada emansipasi pria?hahaha ngelindur saya jadinya.



Nah untuk memperingati hari kartini ini saya kayaknya ada ide untuk menulis sebuah Puisi.Bukan hanya untuk memperingati beliau,tapi juga Kartini-kartini lain yang saat ini masih berjuang melawan sebuah arus Zaman yang sangat deras,yang malah lebih terjal daripada zaman perang dulu ,Kenapa?tanyakan saja pada mbah google,hehehe ,bukannya enggak mau jawab,takut salah ah.

Opini saya sih,karena arus informasi dan tuntutan ekonomilah yang membuat kartini-kartini zaman ini lebih berjuang untuk survive di tengah gejolak dunia.Dengan modal cinta kasih ,mereka rela untuk turun ke jalan,berkeringat darah,demi melihat anaknya,pasangan hatinya(sayangnya saya masih single,jadi enggak bisa ngerasain),tersenyum padanya.Pendapat sobat bagaimana?

Oh ya ,puisi ini saya tujukan buat Ibu saya tercinta yang telah menjadi kartini bagi saya dan keluarga saya.Meskipun belia jauh disana,saya hanya bisa berdoa,agar keringat beliau yang telah keluar untuk melihat saya tersenyum sampai saat ini dibalas dengan surga ALLAH SWT.Dan juga Puisi ini juga saya tujukan buat para kartini lainnya,di seluruh dunia,Amin.

Oke deh kita simak aja Puisinya yang mungkin tak seindah karya Chairil Anwar ataupun penulis puisi terkenal lainnya,maklum saya hanya seorang manusia biasa.hehehe.





Ibuku,kartiniku

Belum lagi Ayam berkokok,
Matahari menampakan hidungnya di ufuk timur
belum lagi Panggilan Subuh datang
Engkau telah lebih dulu bangkit dari peraduanmu
Engkau lihat kami masih terlelap
Engkau tersenyum manis
Tetapi sebenarnya 
Engkau akan menghadapi hari yang panjang
Penuh dengan onak dan duri
Lalu engkaupun Ke dapur
Engkau menanak Nasi buat Kami
Memasak makanan untuk sarapan pagi kami
Lalu bau yang harum itu sampai kehidungku
Aku terjaga,
Mencari sumber bau yang lezat itu
Ku lihat engkau berkeringat sendirian
Engkau pun menghela keringatmu,
Engkau Lihat diriku dari kejauhan
Engkau menghampiriku
Engkau tanyakan padaku apakah aku sudah lapar?
Belum,aku menjawab simpul,Aku beranjak ke kamarmandi
untuk berwudhu
Lalu setelah masakan semua selesai
Engkau memanggil namaku
Engkau titip pesan padaku agar menjaga adikku 
dan menyiapkan sarapan buatnya
Aku menjawab iya
Tak kutanyakan lagi kemana engkau mau pergi?
karena aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini
Engkau pergi mencari sesuap nasi untuk pagi esok
untuk menyambung hidup kami
Di dunia Fana ini
.......
Demikianlah setiap pagi engkau lalui
Bukan hanya pagi,Kuihat dirimu selalu berpeluh ketika pulang dari seberang
Membawa sayuran dan beras untuk esok pagi
Terkadang Kudapati kakimu terluka
Kulitmu terkelupas
atau tanganmu melebam
Bahkan menghitam
dan selalu saja dirimu berkeringat deras
Cangkul dan sabit yang kau bawa kuletakkan ke dapur
penuh dengan warna hitam dan coklat
Kulihat dari kejauhan engkau tersenyum,
Engkau mengeluarkan oleh-oleh kesukaan kami
Adik-adikku dengan segera berlarian 
Mengambil oleh-oleh yang kau bawa
Kau tersenyum lagi
seolah tak terasa Kerasnya perjuangan mu
KAu tak pernah mengeluh
Untuk mendapatkannya
Ya,demi melihat senyum mengembang dari kami

.......
Waktupun berlalu,
Aku beranjak dewasa
Aku belum lupa semua hal itu
Ketika pertama kali kulihat senyummu
saat pertama kali aku membuka mataku melihat dunia yang fana Ini
Ketika pertama kali engkau membisikkan ketelingaku
Inilah DUNIA nak!
Akupun hanya menangis saat itu
menandakan aku memang tak berdaya tanpa dirimu
Engkau mengajarkanku berkata,engkau mengajarkanku untuk berdiri datas kakiku sendiri
Untuk Selalu bangkit setiap terjatuh dan terjatuh lagi
Engkau ,.,.,
Ah,tak terhitung Jasa mu Padaku
Engkau mengajarkan ku betapa pahitnya Dunia ini
Dan akupun merasakan manisnya dunia setelah kau tunjukkan padaku 
Bagaimana cara menghadapi pahit itu
Engkau mengajarkanku untuk tidak pernah putus Asa
Engkau mengajarkanku Untuk selalu Ingat Kepada NYA
Engkau selalu mengajarkanku untuk Selalu Kuat 
Kini Ku akui,aku masih Lemah 
Saat Aku jauh darimu
TanpaMu,
Tanpa hadirmu,
Tanpa belaian kasih sayangmu,
Aku rasakan sekarang jauh darimu
Engkaulah matahariku
Engkaulah Embun Pagiku
Ibu engkaulah KartiniKu
.........................



Begitu lah sekiranya Puisi dari saya di Hari Kartini ini,By the way saya sampai keluar air mata dah pas nulis puisi ini.Oke deh sharelikers sekalian.Semoga Jiwa Kartini terus Hidup sepanjang zaman.By the Way siapa Kartini bahi sharelikers sekalian?tulis jawaban sobat sekalian dengan alasannya ya!Ayo share opini agan -agan Dibawah ini Ya ^_^(yps)


Selasa, 01 Februari 2011

Oh gadis berjilbab biru.,.,

 karya :Randy D'hotory

Dihari minggu itu
disore yang cerah itu
aku duduk bersama teman-temanku
didepan kampus itu

tiba-tiba bayangan mu berlalu
bersama teman-temanmu
engkau lewat didepanku
sejenak ku terpaku 
diam membisu
obrolan temanku mu membeku
semua terpana karenamu

Oh gadis berjilbab biru
siapakah gerangan dirimu?
yang membuat jantungku berdenyut merdu
kurasakan hatiku berdetak syahdu
yang membuat sekujur tubuhku membeku
yang membuat mataku terpaku
karena dirimu yang ayu
apakah aku jatuh cinta padamu??

Oh gadis berjilbab biru
siapakah gerangan dirimu?
pemilik senyum yang membius kalbuku
meskipun senyum itu sedingin salju,.,
samar-samar kurasakan menembus jantung ku

Oh gadis berjilbab biru
bolehkah aku mengenal dirimu?
tetapi aku malu untuk mendekatimu
bukan karena aku tak mampu,.,
tapi engkau sungguh membuat ku terdiam membisu
karena terpaku akan kecantikanmu

Di lain waktu aku bertemu denganmu
saat itu hujan turun 
dbawah payung itu engkau berteduh
tak sengaja akupun berteduh ditempat itu
meskipun saat itu engkau masih tak mengenalku
aku memberanikan diriku bertanya padamu

Oh gadis berjilbab biru?
siapakah gerangan namamu?
bolehkah aku mengenal dirimu?
engkau awalnya tersipu malu,
tampak merah semu wajahmu
yang terpancar diwajahmu 
sambil memeluk erat Alquran didadamu
beberapa saat aku menunggu jawaban darimu
akhirnya engkaupun menjawabku
dengan suaramu yang syahdu
samar-samar ku mendengar namamu
seayu dan secantik jilbabmu

Oh gadis berjilbab biru
sungguh beruntungnya diriku
bisa mengenal dirimu
apalagi bisa menjadi bagian hidupmu